Tel. (021) 75901547 ext. 203/204 sekretariat@ikatanbankir.or.id

Maybank Catat Kenaikan Laba 6,3%

Maybank mencatat laba bersih pada kuartal pertama yang berakhir 31 Maret 2014 naik 6,3% mencapai RM1,60 miliar.

Maybank Catat Kenaikan Laba 6,3%

Jakarta–Maybank mencatat laba bersih pada kuartal pertama yang berakhir 31 Maret 2014 naik 6,3% mencapai RM1,60 miliar. Hal didukung dengan peningkatan kineja pada bisnis consumer dan internasional serta inisiatif pengelolaan biaya di bawah Strategic Cost Management Programme.

“Laba bersih (PBT) sebelum pajak Grup untuk kuartal pertama naik 3,8% menjadi RM2,21 miliar dibandingkan dengan RM2,13 miliar tahun lalu”, kataChairman Maybank, Tan Sri Megat Zaharuddin Megat Mohd Nor, dalam keterangan tertulisnya, di Jakarta, Minggu, 1 Juni 2014.

Community Financial Services (CFS) Grup mencatat PBT naik 14,9% menjadi RM954,2 juta sementara operasional Internasional mencatat PBT naik 6,7% menjadi RM 703,2 juta dibandingkan tahun lalu. Keduanya membantu mengurangi tekanan pada bisnis perbankan korporasi terutama pada dua home market utama, Malaysia dan Indonesia akibat iklim operasional yang kurang kondusif.

Grup membukukan kenaikan pendapatan bersih sebesar 2,4% secara tahunan (yoy), yang didukung dengan kenaikan fund based income sebesar 7,6%. Hal ini didukung pertumbuhan kredit Grup sebesar 13,9% yoy dipimpin oleh pembiayaan Islamic yang tumbuh 36,8%.

Pertumbuhan pendapatan juga didukung aktivitas perbankan Internasional yang mencatat kenaikan 5,4% yoy didukung pertumbuhan kredit yang positif di Singapura, Indonesia, Tiongkok dan Filipina.

Pertumbuhan pendaptan bersih terus melampaui overhead pada kuartal ini, mencerminkan efektivitas inisiatif peningkatan pengelolaan biaya dan produktivitas Grup. Rasio cost-to-income meningkat menjadi 48,6% pada kuartal I 2014 dari 49,4% pada periode yang sama tahun lalu.

Meskipun demikian terjadi peningkatan pada marjin bunga bersih (NIM) menjadi 2,37% pada Maret 2014, dibandingkan 2,38% pada Desember 2013 dan 2,49% tahun sebelumnya.

“Tetapi, fee-based income mengalami kontraksi sebesar 8,3% yoy terutama disebabkan karena penurunan pada aktivitas investment banking dan treasuri pada kuartal pertama”, tandasnya.

Leave a reply