Tel. (021) 75901547 ext. 203/204 sekretariat@ikatanbankir.or.id

CT: Jadi Pengusaha Karena Terpaksa

CT: Jadi Pengusaha Karena Terpaksa

Jakarta–Kesuksesan seseorang ternyata tidak melulu dipengaruhi dari latar belakang keluarga maupun kepintaran seseorang. Hal ini paling tidak dialami pengusaha Chairul Tanjung. Pengusaha yang berasal dari keluarga sederhana ini ternyata memiliki banyak cerita unik sepanjang kariernya sebagai seorang pengusaha sukses.

Menurutnya, kesuksesan yang diraih sejauh ini bukan tanpa proses. Pria dengan panggilan CT ini mengaku kesuksesan sebagai pengusaha terkenal karena ada unsur keterpaksaan.

“Saya jadi pengusaha bukan karena pendidikan, bukan karena keturunan dan kesempatan. Saya terpaksa jadi pengusaha karena untuk membiayai kuliah. Makanya gelar kedokteran gigi saya kantongi saja,” ujarnya sambil tertawa saat acara “Sharing, Book Signing dan Press Conference” buku “Chairul Tanjung si Anak Singkong,” di Jakarta, beberapa waktu lalu.

CT sendiri menceritakan, asal muasal mulai menekuni dunia bisnis pada saat duduk dibangku kuliah Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia. Dari situ dirinya sudah mulai berbisnis kecil-kecilan mulai dari bisnis photo copy hingga menjual peralatan kedokteran gigi.

Selesai kuliah dia meneruskan bisnisnya terus menerus secara mandiri hingga saat ini sukses membuat sebuah kelompok perusahaan yang didirikan sejak 1987 dengan nama CT Corp (sebelum 1 Desember 2011 bernama Para group).

“Jadi, kalau bukan karena terpaksa, mungkin tidak ada CT seperti saat ini,” kisahnya.

Dengan kisah sukses tersebut, dirinya menghimbau generasi muda harus bisa belajar banyak. Pasalnya, untuk memulai bisnis tidak perlu rencana jangka panjang.

“Jadi, jangan terlalu banyak berfikir, hitung-hitung dan terlalu banyak bikin rencana. Takutnya rencananya jadi bisnisnya tidak jadi. Jadi kalau ingin lakukan, maka lakukan saja. Gagal itu tidak masalah dan tidak berdosa. Apa lagi memalukan. Asal bisa bangkit lagi dan tidak sampai masuk ke lubang yang sama,” sarannya.

Ia pun memberikan bocoran, kenapa dirinya sejauh ini lebih suka mengakuisisi sebuah perusahaan, dibanding membuat dari nol. Menurutnya, akuisisi perusahaan diperlukan untuk sinergi dan meluaskan ladang usaha, sehingga tidak perlu dilakukan dari nol.

“Bisnis syaratnya ada satu, jangan serakah. Fokus di satu tempat untuk menjadi jawara dan nomor satu,” jelasnya.

Seperti diketahui, beberapa tahun terakhir CT lewat CT Corp tercatat suka mengakuisisi perusahaan-perusahaan ternama seperti Bank Sulut, Carefour, Detik.com, dan Garuda Indonesia.

Saat ini CT Corp mempunyai beberapa unit usaha seperti Mega Corpora yang terdiri dari perbankan, asuransi, pasar modal dan pembiayaan.

Selain itu, ada juga Trans Corp yang terdiri dari Trans Corpora Media, Trans Lifestyle, Trans Property, Trans Retail dan PT CT Global Resources

Leave a reply